Berkah Libur Pilkada bagi Anak-anak

Anak-anak bermain kelereng di hari libur Pilkada (dok/bas)

Kediren - Hari ini (15/02/2017) telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sesuai dengan Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017 sebagai Hari Libur Nasional.

Penetapan keppres pelaksanaan pilkada serentak tersebut dilakukan Jumat (10/2) oleh Presiden RI Joko Widodo. Meskipun dinyatakan serentak, namun tidak semua daerah melaksanakan pilkada tahun ini. Kabupaten Lamongan, salah satunya, tidak turut serta melakukan pencoblosan. Kabupaten yang terkenal dengan Wisata Bahari Lamongan tersebut telah melaksanakan pilkada pada tahun 2015 lalu.

Di Kabupaten Lamongan, keppres tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan. Selain karena tidak adanya proses pencoblosan, mayoritas warga Lamongan yang bekerja di sektor informal, juga tidak mengenal hari libur nasional. Namun, hal yang berbeda tentu dirasakan beberapa pihak yang beraktivitas di sektor formal, seperti perangkat desa, pegawai negeri sipil, guru, dan para murid sekolah.

Bagi para murid, libur pilkada menjadi berkah tersendiri. Meskipun tidak mengetahui secara pasti apa alasannya, mereka tetap enjoy menikmati hari libur. "Yo emboh, jarene ndok Jakarta prei," kata Gita (8), siswi kelas 2 SD. Versi yang berbeda disampaikan oleh Ebiel (8), teman sekelas dengan Gita. Menurutnya, tidak ada pemberitahuan apapun di sekolah, namun dia dan teman-temannya sudah mengetahui jika hari ini sekolah diliburkan.

Berbeda dengan orang dewasa yang harus produktif, anak-anak tentu tak ada aktivitas lain, kecuali bermain. Ebiel salah satu contohnya. Dia sudah bermain kelereng sejak pagi bersama Noval (10). Kalah dalam usia dan kemampuan, membuat Ebiel menjadi bulan-bulanan setiap kali bermain. Namun itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menikmati permainan.


Libur pilkada serentak tak berarti semua aktivitas pendidikan diliburkan. Libur hari ini terbatas sampai jam 15.00 WIB atau jam 3 sore. Karena setelah itu, anak-anak harus sudah hadir di TPQ. "Ngaji yo. Mosok ngajine yo prei?", kata Ebiel sebelum berangkat ke masjid. [bas]

Kontributor Bassorich
Editor Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama