Tes Mengaji Murid TPQ pun Jadi Kompetisi

Aktivitas para murid TPQ Baitus Salam sebelum tes mengaji dimulai (dok/bas)

Kediren - Masa kanak-kanak memang selalu penuh dengan cerita. Hal itu juga yang dirasakan oleh para murid TPQ Baitus Salam, Desa Kediren. Hari ini Minggu (12/02/2017) mereka akan mengikuti tes membaca Al-Quran. Tes ini bukanlah tes khusus yang menentukan kenaikan kelas seperti ujian semester, melainkan hanya review mingguan. Setelah para murid belajar membaca Al-Quran dari para ustadz dan ustadzah selama seminggu, mereka akan diuji (dites) pada hari yang telah ditentukan. Sehari sebelum tes dilakukan, mereka biasanya diberitahu agar melalukan persiapan.

Adzan Ashar telah berkumandang, pertanda sholat akan segera ditunaikan. Selain berfungsi sebagai seruan sholat, adzan juga sebagai penanda segera dimulainya pengajian TPQ. Meskipun secara resmi pengajian baru dimulai pukul 16.00 WIB, tapi hari ini para murid sudah mulai berdatangan satu jam lebih cepat sebelum pengajian dimulai. Sesampainya di masjid sebagian dari mereka ada yang khusyu' mempersiapkan tes mengaji, namun sebagian lainnya ada yang sekedar berkumpul dengan teman sekelas atau sepermainan.

Para murid TPQ Baitus Salam bergegas pulang setelah tes mengaji (dok/bas)
 
Dalam proses belajar mengaji para murid biasanya dikelompokkan berdasarkan tingkat kelas di sekolahnya. Suasana mengaji yang berkelompok dan tes membaca Al-Quran yang langsung diberikan nilai oleh para ustadz dan ustadzah, biasanya memicu murid untuk saling bertanya dengan teman-teman sekelasnya. Persaingan pun dimulai! Mereka pun akan membanding-bandingkan nilainya dengan nilai temannya. Hal yang sama juga tadi dilakukan oleh Ebil (8), murid kelas 2 SD. Dia menceritakan, dia mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari pada teman sepermainannya. "Aku lho oleh wolong poloh pitu, Gita mek oleh wolong poloh limo", ujarnya bangga. Gita (8) adalah tetangga sekaligus teman sekelasnya.

Persaingan tersebut hanyalah sesuatu yang sederhana, namun menjadi hal yang sangat berarti bagi anak-anak. Implikasinya jelas, selain menjadi pengakuan dia lebih baik dari pada temannya, uang saku mengajinya biasanya akan ditambah. Apapun pemicunya, itu biasanya menjadi faktor pendorong bagi anak-anak untuk belajar lebih giat lagi.

Dengan dimulainya pendidikan agama kepada anak-anak sejak dini, semoga Desa Kediren mampu mencetak generasi yang berkualitas sekaligus sholih dan sholihah. Amiin. [bas]
 
Kontributor Bassorich
Editor Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama