Khusuknya Jamiyah Remaja Masjid Kediren

Para anggota jamiyah berkumpul di rumah salah satu warga di Desa Kediren (dok/bas)

Kediren - Sejak satu tahun terakhir para remaja di Desa Kediren memiliki kegiatan keagamaan baru, berupa Jamiyah Tahlil Remas Kediren. Sesuai dengan namanya, jamiyah tersebut digagas, diprakarsai, dan dilaksanakan oleh para remaja masjid (remas) Baitus Salam Kediren, dengan persetujuan dari pemerintah desa. "Jamiyah Remas iki asline wes suwe," kata Didik, salah satu anggota jamiyah.

Meskipun bernama Jamiyah Tahlil, namun kegiatan ini memiliki format yang berbeda dibandingkan dengan jamiyah pada umumnya, baik untuk anak-anak maupun ibu-ibu. Pada Jamiyah Tahlil Remas, selain pembacaan Tahlil, juga diselingi dengan lantunan shalawat yang diiringi dengan tabuhan duff - rebana. Kegiatan yang dikhususkan bagi para remaja ini rutin dilaksanakan pada hari Jumat malam setelah Shalat Isya' (malam Sabtu).

Pada minggu ini, tepatnya Jumat (17/03/2017) kemarin acara dilaksanakan di kediaman Santi Yuliana (20), salah satu anggota jamiyah yang berdomisili di RT 01/01 Desa Kediren. Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar 50 anggota, baik laki-laki maupun perempuan. Selama acara, para anggota terlihat khusyuk membacakan Yaa-siin, Tahlil, dan doa, serta melantunkan shalawat Nabi.

Pembacaan shalawat diiringi dengan tabuhan duff - rebana (dok/bas)

Santi selaku tuan rumah yang sekaligus aktivis remaja masjid mengatakan, para remaja masjid, IPNU-IPPNU, dan karang taruna-lah yang menjadi inisiator diadakannya Jamiyah Tahlil Remas. "Jamiyah iki biyen hasil kesepakatane arek-arek dewe," katanya seusai acara. Menurutnya, berbekal dana kas dari pengurus terdahulu dan semangat dari para anggota, akhirnya Jamiyah Tahlil Remas ini bisa diselenggarakan secara rutin hingga sekarang. "Pokoke iki dimulai ulan telu (Maret) tahun 2016," tambahnya.

Sebelumnya, telah ada kegiatan kepemudaan sejenis, namun tanpa embel-embel Remas. Kegiatan tersebut berupa Jamiyah Diba' yang dilaksanakan setiap hari Kamis malam setelah Shalat Isya' (malam Jumat). Masyarakat pun kini mengapresiasi kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan oleh para pemuda desa, termasuk Jamiyah Diba' dan Jamiyah Tahlil Remas ini. "Karuan melok Jamiyah-an, wes jelas. Oleh pahala sisan," kata salah satu warga. [bas]
 
Kontributor Bassorich
Editor Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama