Belajar Bertani Sejak Dini ala RA Al-Amal

Para siswa RA Al-Amal belajar bertani dipandu oleh penyuluh BPP Kalitengah (dok/krt)

Kediren - Mayoritas warga Desa Kediren berprofesi sebagai petani dengan obyek pertanian berupa sawah, ladang, dan tegalan. Namun demikian, tidak mudah untuk regenerasi menjadi petani kepada generasi muda di Desa Kediren saat iniKesan bahwa bertani itu susah, berat, kotor, dan kurang dihargai menjadi salah satu alasan utama.

Padahal jika diamati, dengan penghasilan dari sektor pertanian, saat ini mayoritas warga Desa Kediren memiliki kehidupan yang sejahtera. Adanya kelompok tani yang bersinergi, iklim yang mendukung, sumber air yang melimpah, dan masa tanam yang teratur, menjadikan pertanian di Desa Kediren dan sekitarnya lebih menghasilkan dan menjanjikan.

Oleh karena itu, pada Kamis (03/10/2019) Yayasan Al-Amal Kediren bekerja sama dengan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Sumber Mulyo Kediren mengajak para siswa RA (Raudhatul Athfal -setingkat PAUD) Al-Amal untuk mengenal dunia pertanian sejak dini. Tujuannya agar para siswa mengenal tahapan pertanian, jerih payah petani, serta kebahagiaan yang dirasakan oleh petani pada saat musim panen tiba.

Sebagai informasi, KRPL Sumber Mulyo merupakan salah satu program pemerintah melalui Kementerian Pertanian di Desa Kediren. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi lahan pekarangan secara lestari (langgeng) dan berkesinambungan. KRPL yang diketuai oleh Ibu Tarwiyah ini berlokasi di RT. 002/001 Desa Kediren.

Terdapat sekitar 40 siswa RA Al-Amal yang mengikuti kegiatan ini. Dipandu oleh Kartono, S.T.P., penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalitengah, para siswa belajar cara menanam cabai di polybag. Semua siswa mengikuti penjelasan, instruksi, dan praktik yang disampaikan oleh Kartono. "Setelah kita tanami, kemudian kita siram dan pelihara. Kita siram dua kali sehari, pagi dan sore ya," pesannya kepada para siswa.

Para siswa RA Al-Amal berfoto bersama para guru dan wali murid (dok/krt)

Kegiatan ini sejalan dengan program Puncak Tema Tanaman di kelas PAUD-TK dan setingkatnya. "Ini dilakukan agar anak-anak paham dan bisa cara mempraktikkannya. Hal ini sesuai dengan prinsip penyuluhan pertanian," uangkap Kartono. Setelah berjalan sekitar 2 jam, kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama di zona selfie KRPL Sumber Mulyo.

Kartono juga menyampaikan, dengan memahami proses bertani, sebagai contoh dari menanam padi hingga menjadi nasi yang siap makan, terdapat banyak proses yang dilakukan. Oleh karena itu, program ini diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa syukur pada diri para siswa. [krt/bas]

Kontributor Kartono Sugihwaras
Editor Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama