Hidroponik Jadi Inovasi Pertanian di Desa Kediren

Paguyuban KWT Sejahtera Kecamatan Kalitengah saat berkunjung ke pertanian hidroponik di Desa Kediren (dok/krt)

Kediren - Saat ini sistem pertanian tidak lagi terikat dengan kebutuhan lahan yang luas ataupun media tanam yang harus berupa tanah. Bahkan, melalui berbagai inovasi, saat ini bertani bisa dilakukan di rooftop (atap datar berupa cor-coran yang berada di bagian atas rumah dan bersifat terbuka). Contohnya, pertanian hidroponik di Desa Kediren.

Sesuai namanya, hidroponik berarti teknik bercocok tanam dengan memanfaatkan air (hydro) dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Teknik hidroponik memiliki banyak keunggulan, seperti memaksimalkan ruang, terbebas dari hama, hemat air, lebih cepat panen, bebas pestisida, penggunaan pupuk yang lebih sedikit, serta banyak keunggulan lainnya.

Pertanian hidroponik di Desa Kediren berlokasi di rooftop rumah Ibu Sautik, warga RT. 03/02. Ini merupakan inovasi baru di bidang pertanian sekaligus menjadi percontohan yang sering kali menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Baik dalam rangka belajar maupun menjadikannya sebagai jujugan agrowisata.

Kamis (13/01/2022), sekitar 25 anggota Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera Kecamatan Kalitengah berkesempatan mengunjungi lahan pertanian hidroponik yang khusus untuk budidaya selada ini. Mereka datang didampingi oleh Kartono, S.T.P. selaku penyuluh BPP Kecamatan Kalitengah.

Para anggota paguyuban tampak terkesima dan takjub saat memasuki lahan pertanian hidroponik. "Nggak nyangka ternyata di Kalitengah yang daerahnya panas bisa tumbuh selada sebagus ini," kata Ibu Lisana, ketua Paguyuban KWT Sejahtera.

Anggota paguyuban KWT Sejahtera memeriksa tanaman selada dalam pot (dok/krt)

Mereka kemudian diberikan pengetahuan mengenai cara budidaya selada dengan teknik hidroponik. Syaifuddin selaku operator lahan menjelaskan, bahwa proses budidaya selada membutuhkan waktu sekitar 60 hari, mulai dari pembibitan hingga proses panen.

Budidaya selada ini terbagi menjadi 3 tahap. Tahap pembibitan selada berlangsung selama 14 hari, tahap selada remaja setelah proses pindah tanam selama 14 hari, dan tahap pertumbuhan selada dewasa selama 21 hingga 28 hari.

Bercocok tanam dengan teknik hidroponik ini menjadi pengetahuan baru bagi para anggota Paguyuban KWT Sejahtera. "Kami jadi tahu, ternyata budidaya sayuran tidak hanya diusahakan di sawah, tetapi juga bisa diusahakan di pekarangan rumah atau di lantai dua dengan hasil yang maksimal," pungkas Ibu Lisana. [krt/bas]

Kontributor Kartono Sugihwaras
Editor Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama