Semarak Pawai Takbiran Idul Fitri 1444 H

Salah satu properti pawai takbir keliling di Desa Kediren (dok/bas)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, 
Laa Ilaha Ilallahu, Huwallahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil Hamd..

Kediren - Gemuruh gema takbir, tahmid, dan tahlil dilantunkan oleh ratusan warga Desa Kediren, khususnya anak-anak dan remaja dalam kegiatan pawai takbir keliling. Kegiatan yang diprakarsai oleh IPNU-IPPNU dan Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Kediren ini dimulai setelah shalat Isya' dengan titik kumpul di depan Masjid Baitus Salam Kediren.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 H yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI jatuh pada Sabtu, 22 April 2023, panitia acara telah mempersiapkan kegiatan pawai takbir keliling ini lebih dari 1 minggu sebelumnya. 

"Hiasan takbiran iki wes disiapno mulai minggu wingi. Soale hiasane gede," kata Adit, salah satu panitia. Hiasan yang dimaksud adalah kaligrafi Bismillah berwarna kuning dengan hiasan lampu yang berukuran sekitar 6m x 3m.

Berbagai hiasan dan properti dibawa, baik oleh peserta takbir keliling maupun panitia acara. Mulai sound system, kaligrafi Bismillah berukuran jumbo, obor minyak, lampu hias, hingga flare dan kembang api. Termasuk Adilla, salah satu peserta pawai takbir keliling yang membawa lampu hias berukuran setengah meter yang berbentuk bintang. "Iki paling apik dewe. Koncoku gak ono seng duwe," katanya sambil tertawa.

Kegiatan pawai takbir keliling ini dilakukan di jalan dalam desa. Oleh karenanya, sebelum pawai dimulai, panitia acara sudah memberikan pengumuman kepada warga agar mematikan lampu 
sementara waktu saat dilewati pawai takbir keliling ini. Dengan demikian, pawai menjadi semakin semarak dan meriah.

Warga pun tumpah ruah menyaksikan pawai yang lewat di depan rumahnya. Bahkan, ada beberapa warga yang menyediakan jajanan dan air minum gelas secara gratis di depan rumahnya.

Salah satu peserta pawai dengan hampu hias berbentuk bintang (dok/bas)

Setelah berjalan sekitar 2 jam, pawai takbir keliling ini pun selesai. Para peserta pawai dan panitia kembali ke titik kumpul awal di depan Masjid Baitus Salam. "Alhamdulillah, acara takbirane lancar. Sukses," kata Adit, salah satu panitia acara. Tak lupa, panitia acara juga membagikan konsumsi berupa jajan dan minuman kepada peserta sebelum membubarkan diri.

Disampaikan oleh Santi, anggota senior Karang taruna Tunas Bangsa, bahwa pawai takbir keliling bertujuan untuk meningkatkan syiar dan nilai-nilai Islam di Desa Kediren, serta sebagai penggerak untuk membangun generasi muda berakhlaqul karimah. [bas]

Kontributor Bassorich
Editor Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama