Perayaan Sedekah Bumi yang Penuh Berkah

Warga Desa Kediren khusyuk berdoa saat perayaan sedekah bumi (dok/bas)

Kediren
 - Sedekah bumi
 merupakan suatu kegiatan adat untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki berupa segala bentuk hasil bumi. Kegiatan ini sangat populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Begitu juga yang senantiasa dilestarikan di Desa Kediren.

Sedekah bumi atau Dekahan di Desa Kediren tahun ini diadakan mulai Rabu Wage (20/09/2023) siang hingga Kamis Kliwon (21/09/2023) pagi. Sebagaimana yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan sedekah bumi tahun ini juga dilaksanakan di pelataran sebelah selatan makam Desa Kediren. 

Tujuannya, selain sebagai ungkapan rasa syukur, pelaksanaan sedekah bumi juga dimaksudkan untuk mendoakan para leluhur, sesepuh, dan keluarga warga Desa Kediren yang telah terlebih dahulu meninggal dunia.

Prosesi utama kegiatan sedekah bumi ini dimulai pada Rabu Wage (20/09/2023setelah sholat Isya'. Dibuka dengan pembacaan Surat Alfatihah oleh Bpk. Ahyat selalu Mudin, kemudian dilanjutkan sambutan singkat oleh Bpk. Rupo selaku ketua panitia. Dalam sambutannya, Bpk. Rupo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, sehingga kegiatan sedekah bumi tahun ini berjalan lancar.

Sebagai acara inti, kegiatan sedekah bumi ini dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yaasiin dan Tahlil serta mendoakan para leluhur, sesepuh, dan keluarga yang telah meninggal dunia. Selanjutnya, acara ditutup dengan doa dan makan-makan bersama.

Warga Desa Kediren mendengarkan sambutan yang disampaikan oleh panitia acara sedekah bumi (dok/bas)

Pada Kamis Kliwon (21/09/2023) pagi, kegiatan sedekah bumi pun dilanjutkan. Mulai setelah sholat Shubuh, para warga telah berduyun-duyun datang ke tempat acara. Sudah hadir pula kepala desa, para perangkat desa, para sesepuh, dan para tokoh di Desa Kediren. 

Sekitar pukul 5 pagi, acara dimulai dengan prosesi yang hampir sama dengan hari sebelumnya, yaitu pembacaan Surat Yaasiin dan Tahlil serta doa. Acara kemudian ditutup dengan makan-makan bersama dan tukar-menukan berbagai macam makanan dan jajanan yang telah dibawa oleh para warga Desa Kediren.

Masing-masing memiliki arti yang berbeda. Ayam ingkung melambangkan ibadah, nasi putih bermakna kebersamaan, dan bubur abang menjadi simbol dari kekuatan. Selain itu, terdapat pula bermacam jajanan pasar, olahan tradisional, buah-buahan, serta berbagai jenis hidangan lainnya.

Di akhir acara, Drs. Sudja'i selaku kepala desa berpesan, agar warga Desa Kediren mampu memestarikan kegiatan sedekah bumi ini setiap tahun, menjaga kebersamaan, saling bergotong royong, serta selalu kompak dalam membangun dan merawat tradisi yang ada di Desa Kediren.

Hal senada juga disampaikan oleh Nur Huda, Kaur Keuangan Desa Kediren. "Alhamdulillah. kegiatan kirim dungo tahun iki lancar. Kene yo perlu bersyukur karo ndungakno wong seng wes gak ono (meninggal dunia -red)," ungkapnya. [bas/nk]
 
Kontributor Niko Predi / Bassorich
Editor Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama