Potensi Desa Kediren

Tegalan milik warga Desa Kediren yang menghampar hijau (dok/bas)

Secara umum, desa merupkan sekumpulan pemukiman penduduk yang terletak di luar perkotaan dengan mata pencaharian sebagian penduduknya di bidang agraria. Kemajuan dan kemakmuran sebuah desa sangat ditentukan oleh beberapa faktor. Selain penduduk yang pekerja keras dan terampil, faktor sumber daya alam juga sangat memegang peranan penting.

Sebagai desa agraris, Desa Kediren memiliki banyak potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Potensi tersebut mencakup beberapa faktor sebagai berikut:

1. Tanah
Mayoritas penduduk Desa Kediren berprofesi sebagai petani dengan obyek pertanian sawahladang, dan tegalan. Kondisi tanah yang subur menjadikan penduduk bisa menikmati hasil dari obyek pertanian yang mereka garap. Di desa-desa dengan pengairan yang melimpah, seperti Desa Kediren, sawah memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai sawah dan tambak. 

Sawah difungsikan untuk menanam padi (dengan tanaman pengganti atau selingan berupa jagung, semangka, mentimundan tanaman lainnya). Sedangkan tambak difungsikan untuk membudidayakan ikan bandeng, vanamei, tombro, mujaer, nila, dan bader. 

Peralihan fungsi dari sawah ke tambak atau sebaliknya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain cuaca, kondisi air, permintaan pasar, dan penyesuaikan dengan fungsi lahan yang berada di sekitarnya.

Tambak milik salah satu warga Desa Kediren yang sudah siap dipanen (dok/bas)

2. Air
Desa Kediren berbatasan langsung dengan Sungai Bengawan Solo (sebelah utara). Kondisi tersebut tentunya memberikan dampak positif yang sangat berarti. Mayoritas sumber penghasilan penduduk dari sawah, ladang, dan tegalan, menjadikan air memegang peranan yang sangat penting. 

Dengan berbatasan langsung dengan Bengawan Solo, penduduk bisa memanfaatkan airnya dengan sebaik-baiknya. Banyak implementasi yang telah dilakukan, seperti irigasi sawah melalui saluran sungai desa dan penyaluran air ke rumah-rumah penduduk untuk keperluan sehari-hari melalui BUMDes, di mana keduanya dikelolah oleh Pemerintah Desa Kediren. 

Namun demikian, ketika memasuki musim kemarau dan air laut menjadi pasang, air di Sungai Bengawan Solo biasanya menjadi asin. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari penduduk desa termasuk dalam peralihan fungsi sawah, karena biasanya berlangsung selama 3-6 bulan.

Sungai Bengawan Solo di sebelah utara Desa Kediren yang memiliki banyak manfaat (dok/bas)

3. Cuaca atau iklim
Dengan kondisi cuaca dan iklim yang teratur, penduduk Desa Kediren sudah sangat memahami perubahannya. Oleh karena itu, kemungkinan-kemungkinan rugi gagal panen dari padi yang ditanam atau ikan yang dibudidaya bisa diminimalisasi. 

Pengetahuan bertani yang bertahun-tahun dengan ilmu yang turun-temurun, menjadikan penduduk Desa Kediren mampu menentukan kapan waktu yang tepat untuk menanam padi atau membudidaya ikan./bas